Harga Migor Tembus Rp13.500, Pembeli Menurun 50%

March 2, 2008

 Berita dari okezone

BANTUL – Setelah dipusingkan dengan kenaikan harga kedelai dan daging sapi, kini giliran minyak goreng yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Bahkan saat ini migor di tangan para pengecer sudah mencapai Rp13.500 per kilogram.

Daruwati salah seorang agen minyak goreng di pasar Bantul, Yogyakarta, menyatakan harga minyak goreng (migor) di Bantul kembali melonjak semenjak 1 minggu yang lalu.

“Jika seminggu lalu untuk 1 kg migor curah jenis barco di tingkat agen dijual seharga Rp12.900, maka pada minggu ini naik menjadi Rp13.500 per kg. Sedangkan untuk ukuran per liternya minyak sawit naik dari Rp12.200 menjadi Rp12.800 per liter,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (2/3/2008).

Akibat kenaikan harga itu, menurutnya banyak pengecer mengurangi jumlah pembelian migor di tingkat agen. Begitu pula dengan para konsumen yang tidak lagi membeli migor sebanyak sebelumnya.

“Kalau hari biasa penjualan minyak goreng untuk pengecer bisa mencapai lebih dari 100 kg dengan ukuran kemasan 17 kg, sekarang turun menjadi 50-60 kg per hari,” ujarnya.

Tidak hanya mengurangi pembelian, banyak konsumen pun akhirnya beralih dari migor curah dengan membeli migor kemasan. Sebab harga migor kemasan tidak mengalami kenaikan.

“Harga migor kemasan per kg tergantung merek. Untuk kualitas standar harganya Rp11.000 per liter, sedangkan migor kemasan dengan kualitas bagus dari merek terkenal seharga Rp14.000 per liter,” tandasnya.

Bariyah (50), salah seorang pengecer minyak goreng di pasar Bantul mengaku kenaikan harga minyak goreng ini terjadi sejak satu minggu yang lalu. Jika minggu kemarin 1 kilogram migor dijual Rp12.900 per kilonya saat ini sudah mencapai Rp13.500 per kilonya.

“Akibat naiknya harga tersebut maka pembeli pun sepi, sebelumnya bisa menjual 2 derigen jenis minyak barco saat ini turun menjadi 1 derigen ukuran 17 kilogram” ujarnya

Senada dengan Bariyah, Ayu Ekawati Ayu Ekawati (28), salah satu pengecer minyak goreng di Pasar desa Bangunharjo yang mengaku akibat kenaikan harga, maka omzetnya pun turun cukup drastis. Kalau pada hari biasanya dia bisa menjual 5-10 liter, maka saat ini tinggal 3-6 liter per harinya.

“Banyak konsumen yang mengurangi pembelian migor karena harganya yang naik cukup tinggi,” paparnya.

Menurunnya jumlah pembelian itu, lanjut Ayu, membuatnya tidak lagi bisa kulakan. Karena modal yang dimilikinya sekarang tidak cukup untuk menutup membeli migor lagi.
(Daru Waskita/Trijaya/mbs)

semoga bisnis internet tidak ikut naik